cipto

Just another UNS Social Network ™ weblog

Ma Yan… begitulah nama seorang anak kecil yang tinggal didaerah pinggiran cina, tepatnya zhangjiashu. Seorang anak yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan. Sia meyakini bahwa dengan pendidikan, suatuu saat nanti akan membawa hidupnya menjadi lebih baik, terutama membawa keluarganya pergi jauh – jauh dari jeratan tali kemiskinan. Sejak duduk dibangku sekolah dasar dia harus berjalan puluhan kilometer untuk sampai disekolahnya. Berbagai hadangan dijalan yang kerap mengampiri di sepanjang jalanpun siap menghampirinya, entah itu perampok, pemalak, bahkan binatang melatapun tak ketinggalan. Kalaupun ibunya punya sedikit uang, diberikannya uang saku yang hanya cukup untuk membayar tumpangan traktor sebesar 1 yuan. Ibunya hanya seorang petani gandum yang penghasilannya tidak seberapa, begitu pula sang ayah. Akan tetapi hal itu tidak meruntuhkan semangat sang muslim kecil tersebut. Hari – hari diasrama sekolahpun dilaluinya dengan baik, tugas selalu tepat waktu, menerima continue reading…

Hari ini kuarungi suasana musim dingin didataran indah impian semua orang, membawa ransel besar yang biasa disebut backspacker Mulai kuarungi kota groningen yang penuh dengan tokoh - tokoh sejarah kenamaan diseantero dunia. Sebentar disana akupun segera menuju kota panser yang tak adalah jerman, wow amazing….. Setelah berjalan menyusuri sang negeri panser, aku segera menuju sebuah stasiun kereta yang akan membawaku kebelahan negara lain untuk melanjutkan perjalanan ku ke skandinavia. Matahari pun semakin tenggelam meninggalkan bekas rona merah diujung barat pas sekali melengkapi musim panas tahun ini yang menggoda semua orang untuk memandangnya…. Perjalan berlalu ke denmark, swedia, norwegia lalu ke islandia. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat melelahkan yang sukar untuk ditempuh seorang menusia yang bermodal nekat. Menunggangi kapal feri untuk menebrang demi mewujudkan harapan keliling eropa. Kota terakhir skandinavia yaitu finlandia. Kami terus ketimur menuju ujung kota ini yang menyembunyikan negara terbesar dieropa yang tak lain adalah rusia. Dataran yang sangat panas yang bias membakar kulit bahakan sangat menusuk tulang sumsum. Kejadian memilukan terjadi, tertangkap polisi karena kami dianggapa mengganggu. Berusaha untuk menjelaskan kalau memiliki dokumen resmi untuk pergi antar negara dieropa. Tapi ternyata mereka taidak berbahasa dengan bahasaku, terhambat oleh polisi – polisi itu, akhirnya paginya aku dilepaskan… tapi continue reading…

pada waktu awal masuk kuliah dulu, rasanya seneng banget memasuki dunia baru, semangat berkobar2 untuk belajar, untuk segera lulus dean masih banyak lagi.
akan tetapi,,,, mungkin rasa itu sekarang agak pudar, karena mungkin kita sudah terlalu larut dalam kesibukan kita sekarang, mungkin di organisasi, kerja atau yang lainnya. continue reading…

Aku tengadah ke langit biru
Sang awan memanggilku
dengan siulannya yang lembut sebagai salam
Aku terkejut
And guess what!?!

Kuterima sekotak permen
“Sebagai hadiah!”, katanya
sekotak permen penuh warna-warna ceria

Kucicipi permen pertama
Warnanya hijau muda
Terasa manis dan menyegarkan

Kurasakan permen kedua
Warnanya biru terang
Ah.. hatiku jadi gembira dan tenang

Kuraih coklat ketiga
Oh.. Kelabu
Aku benci warna kelabu
Rasanya pahit di lidah

Manis, pahit,asam
Kuyakin bahwa semua itu adalah rasa kehidupan
Kuintip permen-permen yang tersisa

Swiing.. entahlah…
Tiba-tiba kuteringat sahabatku
Tak sabar rasanya bertemu dengannya
Agar aku bisa berbagi permen-permen yang tersisa
untuk merasakan gurat kehidupan
Bersamanya,
sahabatku…

by: Deena Jason